Rabu, 28 Mei 2014

Sakit

SAKIT.
SAKIT.
Ya, Rasa sakit itu muncul lagi
Rasa yang telah lama tak mengganggu kehidupan ku
Rasa yang telah lama tak merusak fikiranku
Rasa itu hadir lagi
Dikepala ku
Dibagian otak ku
Mama bilang ini hanya pusing biasa
Papa bilang aku tak perlu khawatir
Mama bilang aku hanya butuh istirahat
Papa bilang semua akan baik baik saja
Mama bilang aku cukup minum obat dan semua akan kembali normal
Tapi,
Mengapa setelah minum obat rasa sakit itu tidak menghilang
Mengapa rasanya semakin sakit sekali
Aku terus menjambak rambut ku
Mungkin dengan begini rasa sakitnya akan menghilang
Ternyata tidak!
Rasa sakit itu seperti memakan segala isi otak ku
Sakit, Ma!
Sakit, Pa!
Sakit sekali rasanya
Aku tak tau harus berbuat apa lagi
Segala macam cara telah aku lakukan agar rasa sakit itu tidak mengganggu aku

Loh
Kenapa sekarang gelap?
Aku rasa aku sudah mati
Mati karna rasa sakit itu
Dan dimana ini?
Kenapa semuanya putih bersih?
Apa ini surga yang pernah diceritakan ibu guru?
Aku terbaring lemah sekarang
Ditempat apa ini?
Uh bau sekali
Aku benci bau ini
Ya, bau obat obatan
Aku benci obat obatan
Entah sudah berapa banyak obat yang terdapat di dalam tubuhku
Aku benci makan obat
Tak ada gunanya makan obat
Toh aku masih saja sakit
Obat tidak bisa menyembuhkan rasa sakit ku
Hanya menghabiskan uang Mama dan Papa ku
Boros! Pemborosan!
Oh sekarang aku tau
Aku ada di rumah sakit
Tempatnya orang-orang lemah
Dari dulu aku tdk pernah mau dibawa kesini
Aku tidak suka suasana rumah sakit
Aku tidak suka bau obat
Aku benci lihat orang-orang lemah dan tak berdaya
Aku benci segala hal tentang sakit
Sakit hanya bisa mengganggu kehidupan orang-orang

Siapa itu?
Siapa yang sedang berbicara dengan Mama dan Papa ku?
Dia mengenakan jas warna putih
Oh aku tau
Dia adalah seorang Dokter
Dia pernah di ceritakan oleh Mama sewaktu aku kecil
Sekarang aku tau bagaimana Dokter itu
Mama bilang Dokter bisa menyembuhkan orang sakit
Horeee
Aku bangga bisa bertemu Dokter
Lebih dari aku bertemu dengan idola ku
Aku rasa Dokter sangat berjasa di dalam hidup orang yang pernah sakit
Dia bisa menyembuhkan orang sakit
Mungkin aku bisa disembuhkan
Ya.... Mungkin dokter bisa membuat rasa sakit dikepalaku hilang

APA???
APA YANG TELAH DOKTER KATAKAN KE ORANGTUA KU?
MENGAPA MAMA TERLIHAT BERSEDIH?
APA YANG TELAH TERJADI?
Dia bilang aku terkena penyakit Kanker Otak stadium akhir?!
Apa benar yang dikatakan dokter?
Umur ku tinggal 3 bulan lagi?
TIDAK!!!!
Aku tau itu tidak mungkin!
Aku yakin Dokter itu bohong!
Sekarang aku benci Dokter!!
Dokter jahat!!
Dokter bilang 3 bulan kemudian aku akan meninggalkan Mama dan Papa
Dokter bilang 3 bulan kemudian aku akan bertemu Tuhan
Apa benar?
Aku yakin TIDAK!!!
DOKTER BUKAN TUHAN!!
DOKTER TIDAK BISA MEBUAT PERNYATAAN SEPERTI ITU
DOKTER MAU AKU MATI?
DOKTET MAU LIHAT MAMA MENANGIS?
DOKTER MAU LIHAT PAPA MENANGIS?
DOKTER JAHAT!!!!!!!!

2 bulan kemudian
Penyakit itu benar benar menggerogoti isi otak ku
Aku takut
Aku takut apa yang Dokter katakan itu benar
Aku tidak mau meninggalkan Mama dan Papa
Aku tidak mau membuat Mama dan Papa bersedih
Aku masih mau bersama mereka
Rambutku
Rambut rambut dikepalaku sekarang tidak ada
Rambut rambut itu sudah lebih dulu meninggalkan tubuhku

Tuhan,
Jika aku boleh meminta
Aku mau semua kembali seperti dulu
Aku mau sehat
Aku mau bisa membuat orang orang sekitar ku tersenyum melihatku
Aku mau bisa membuat mereka tertawa karena tingkahku
Tapi nyatanya,
Sekarang mereka terlihat sedih saat melihat ku
Tuhan,
Berikan waktu lebih lama untuk aku bisa bernafas
Agar aku bisa membahagiakan kedua orangtuaku
Aku belum bisa membuat mereka bahagia
Aku sudah terlalu lemah sekarang
Tak bisa berbuat apa-apa
Tuhan,
Aku rindu masa kecil ku
Masa dimana aku masih bisa tertawa
Tidak merasakan sakit seperti ini
Aku sekarang terlihat seperti orang bodoh
Hanya bisa berbaring dikasur kecil yang diberikan oleh pihak rumah sakit
Aku rindu rambut panjang ku
Yang setiap hari selalu dikuncir oleh Mama
Sekarang,
Aku tidak punya rambut
Mama tdk akan bisa lagi menguncir rambutku
Mama pasti tidak bisa menyisir rambut ku dengan penuh kasih sayang
Mama pasti sedih
Mama pasti kecewa

1 bulan kemudian
Ini bulan
Bulan dimana Dokter bilang waktuku sudah akan habis
Aku melihat tubuhku berada didalam peti cantik
Banyak orang mengelilingi tubuh mungil ku
Tubuh orang yang penyakitan
Mereka menggunakan pakaian hitam
Mama
Papa
Ya, mereka dua pahlawan yang sangat merasa kehilangan aku
Mereka menangisi tubuku ku yang sudah tak bernyawa
Jangan nangis, Ma
Jangan nangis, Pa
Aku sekarang sudah tenang
Aku sekarang tidak merasa kesakitan lagi
Aku sekarang sudah sembuh
Kalian tidak perlu lagi khawatir dengan keadaaku
Sekarang aku sudah bersama Ibu peri
Aku baik baik aja disini karena Ibu peri selalu jagain aku kayak Mama dan Papa jagain aku setiap saat

Tuhan,
Jika ini yang Kau mau
Sekarang aku sudah terima
Namun, satu inginku
Jangan biarkan Mama, Papa dan orang orang yang menyayangi ku terlarut dalam kesedihan
Aku hanya ingin dikenang
Bukan untuk ditangisi
Selamat tinggal, Ma
Selamat tinggal, Pa
Selamat tinggal semua:)










Created by @Anggitriputri
Not for copast!
(Budayakan kreatif dan menghargai karya orang)

Jumat, 05 April 2013

Remember!!!!

Puisi ini gue bikin untuk teman-teman gue yang merasa pernah ngewarnain hari-hari gue terutama buat 91.

Awalnya kita tak saling mengenal satu sama lain. Kita hanya saling bertatap muka dan tersenyum sebagai awal perkenalan. Tak ada sepatah pun kata yang terucap sebagai tanda ingin tahu kita. Kita masih malu-malu untuk saling bersapa.
Waktu demi waktu, hari demi hari telah kita lewati bersama. Kita sudah saling mengenal, aku mengenal kamu, aku mengenal dia, aku mengenal mereka, dan aku mengenal kalian. Kita melewati hari-hari bersama. Kita tertawa bahagia, menangis bahagia, menangis sedih, bercanda riang, dan hal-hal konyol sekalipun kita lakukan bersama, bukan? Kita sudah seperti sebuah keluarga, kita sudah saling mengenal satu sama lain. Saling mengetahui sikap, kebiasaan, dan yang lain.
Dan hingga akhirnya kita telah sampai pada masa dimana kita harus berpisah, berpencar untuk mencari pengalaman baru, untuk melanjutkan cita-cita kita lagi. Kita tak lagi bersama untuk menggapai impian kita, kita tak lagi bisa bersama duduk dibangku dan menempati sebuah ruangan kelas yang dimana banyak kenangan kita bersama.
Aku yakin, suatu saat kita pasti akan rindu masa-masa dimana kita pernah bersama, pernah terpecah belah karena hal sepele, pernah bertengkar, pernah menangis bersama, pernah tertawa bersama, bahkan kita pernah berjuang bersama menghadapi soal-soal.
Sekarang bukan saat nya kamu bahagia karena berpisah dengan seseorang yang tak kamu suka. Tapi ini lah saat yang tepat untuk kamu menjalin hubungan baik lagi dengan orang yang tak kamu suka itu, jangan biarkan kamu menyesal karena ini belum terlambat!
Selamat tinggal teman-temanku semoga cita-cita kalian tercapai. Selamat tinggal SMPN 9 Bekasi semoga kelak engkau menjadi sekolah yang lebih membanggakan. Selamat tinggal guru-guruku terimakasih atas kebaikan dan kesabaranmu yang telah mendidik kami. Selamat tinggal adik-adikku semoga kalian bisa membawa nama baik SMPN 9 Bekasi. I love you all<3

Sabtu, 26 Januari 2013

Puisi

Untuk Kalian

 

Hargailah aku saat aku masih bernafas didunia ini
Cintailah aku saat aku juga mencintai kalian
Sayangilah aku saat aku juga menyayangi kalian
Bahagiakanlah aku saat aku masih ingin membuat kalian bahagia
Hapuslah air mataku saat aku telah menangis karena kalian
Hiburlah aku saat aku telah bersedih karena kalian

Aku ingin ada kalian dihidupku yang tidak sempurna ini
Aku ingin menjadi orang yang berarti dihidup kalian
Aku ingin ada kalian didetik-detik akhir kehidupanku
Aku ingin merasakan 60 menit kebahagiaan diakhir hidupku
Aku ingin ada senyum dan tawa dibibirku saat aku harus menutup mataku untuk selamanya
Aku ingin ada kebahagiaan dihidupku sebentar, sebelum aku kembali kepada Tuhan

Kenanglah aku saat aku tak lagi didekat kalian
Kenanglah aku saat aku tak lagi ada diantara kalian
Kenanglah aku saat aku telah bahagia bersamaTuhan
Kenanglah aku saat aku telah tertidir untuk selama-lamanya

Kalian adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku
Aku tak tahu apa jadinya aku tana kalian
Kalian akan selalu ada dihatiku selamanya
Walau aku telah mati meninggalkan kalian dan dunia ini

Jumat, 25 Januari 2013

Masa Lalu

Puisi ini untuk kamu
Untuk kamu yang mungkin tidak pernah mengerti tentang isi hatiku
Untuk kamu yang mungkin tidak pernah tahu tentang isi hatiku
Untuk kamu yang aku sayang
Untuk kamu yang aku cinta

Tahukah kamu?
Betapa aku sangat mencintai kamu
Betapa aku sangat merindukan kamu
Betapa aku sangat menyayangi
Betapa aku sangat mengharapkan kehadiran mu lagi dihidupku

Setiap malam aku menangis untukmu
Setiap malam aku selalu merindukan kenangan kita
Setiap malam aku memimpikan wajahmu
Setiap malam aku merindukan sosok dirimu

Aku merindukan kamu yang setiap malam memberikan kata-kata indah untuk mengantarkan tidurku
Aku merindukan kamu yang setiap pagi menjadi awal permulaan hari yang indah untukku

Kamu dimana?
Kamu sedang apa?
Apakah secepat itu kamu melupakanku?
Apakah secepat itu kamu mencari penggantiku?

Dimana janji manismu yang tidak ingin meninggalkanku?
Dimana janji manismu yang ingin menjagaku?
Dimana janji manismu yang tak ingin membuatku menangis?
Kenapa kamu meninggalkan aku?
Kenapa kamu membiarkan aku sendiri?
Kenapa kamu tega membuatku menangis?
Kenapa kamu tega membiarkan aku mengahapus air mata ku sendiri?
Kenapa kamu tega membiarkan aku sendiri bersama bayang-bayang dan kenanganmu?

Apa salahku?
Mengapa kau tega merenggut habis semua kasih sayang ku?
Mengapaka kau tak menepati semua janji manismu?
Mengapa kau lakukan itu pada diriku?

Aku tidak membencimu
Tidak akan pernah membencimu
Tidak akan pernah mencoba membencimu.
Aku hanya ingin, ingin mencoba tidak mencintaimu lagi.
Aku hanya ingin berusaha ikhlas melepasmu dan membiarkanmu bahagia dengan yang lain
Dengan pilihan yang terbaik bagi kamu.

Selamat tinggal sayang, selamat tinggal masa lalu.
Thanks for all:')

Ketika Teman menjadi Pengkhianat! (Part 1)




Bruk…..bruk…bruk….. “Yaampun cerry, pelan-pelan dong kalau turun tangga, nanti kalau kamu jatuh kan repot  Perintah Bunda padaku.
Woles aja bundaku sayang” Jawabku santai
“Hhhhh dasar kamu ini, yasudah sarapan dulu sana.” Perintah Bunda lagi.
“Emmmmmm, Cerry nggak sarapan dulu deh, bun. Cerry buru-buru, udah telat nih.” Kataku sambil melirik jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 06:30.
“30 menit lagi bun, Cerry berangkat yaaa, udah gak sempet sarapan nih. By the way, Cerry naik apa bun berangkatnya?” Tanyaku lagi sambil melirik sekitar rumah yang sudah sepi. Loh? Kemana Papah? Kemana Kak Nadine?

“Cer, kamu berangkat sendiri ya hari ini. Papah sudah berangkat dari jam setengah enam tadi, mau ada meeting katanya. Kak Nadine juga tadi berangkat sekitar jam enam, katanya mau ada seminar dikampusnya, jadi dia harus datang pagi. Jadi, kamu berangkat sendiri bisa kan, sayang?” Jelas Bunda.
Oh Tuhan, apa-apaan ini? Kenapa rasanya sial banget. Kenapa bunda nggak bangunin aku daritadi biar bisa berangkat bareng Papah atau nggak Kak Nadine. Mungkin ini hanya kebetulan atau…… ah entahlah, yang jelas sekarang aku harus segera on the way!!!!!!!!!!!!!!
Yaampun ini first time banget aku berangkat sendiri. Tapi, nggak masalah, toh sekolahku dekat kok dari rumahku, cukup naik angkot sekali langsung sampai.
“Cerry……..”
Seperti ada yang memanggil namaku. Ada yang kenal denganku ya didaerah sini? Padahal aku kan jarang sekali keluar kompleks. Wah aku terkenal hihihiihi.
“Cerrrrr, Cerryyyyyyy………..” Tiba-tiba sebuah mobil berhenti didepanku saat aku sedang menunggu angkot digang kompleks perumahan rumahku. Oh ternyata suara dari dalam mobil itu yang memanggil namaku.
“Tiffa?” Ternyata dia teman sekelasku, teman dekatku pula. Namanya Tiffany, biasa dipanggil Tiffa. Dia cantik sekali, hidungnya kecil mancung bagaikan Tiffany SNSD. Gigi sampingnya gingsul seperi Nabilah JKT48, rambutnya lurus panjang dengan gaya poni yang kesamping. Suaranya yang imut dan lucu itu semakin membuat dia terlihat sempurna. Dia juga baik Hehehe.
“Hai Cer. Lo ngapain disitu?” Tanyanya dari balik pintu Chevrolet itu.
“Hmmmmm ini Fa, lagi nungguin angkot lewat, tapi kok nggak ada yang lewat ya. Udah hampir telat nih hehehe” Jawabku.
“Loh? Tumben lo naik angkot? Biasanya kan dianterin.” Tanyanya dengan ekspresi bingung..
“Soalnya……………..”
“Sssst, nanti aja ceritanya dimobil, udah ayo berangkat bareng gue aja, lo gak mungkin sempet naik angkot, nggak ada angkot yang lewat, Cer. Tukang angkot lagi pada demo diperapatan, hehehe.” Potongnya, lalu membukakan pintu mobilnya itu untukku.
“Jadi?” Tanyanya memulai percakapan didalam mobil.
“Hah?” Tanyaku nggak ngerti.
“Yaaa, jadi kenapa lo tadi mau naik angkot sendirian gitu? Biasanya juga lo dianter pake mobil mobil mewah milik keluarga lo. Gue masih nggak ngerti. Jelasin dong.”  Pertanyaan yang amat sangat tidak begitu penting untuk dijawab.
Gue udah miskin.” Jawabku singkat dan bercanda.
What??” Tanyanya kaget
“Apansih Fa, biasa aja dong. Nafas lo bau. Iyuh.” Jawabku bercanda.
“Heh! Sialan lo.” Jawabnya sambil sok ngambek.
Hahaha bercanda, Fa.” Jawabku
“Huh, emang dasar resek ya lo. Yaudah jawab pertanyaan gue yang tadi!” Tagih dia.
“Nanti aja ya dikelas, udah sampai tuh.” Jawabku sambil menunjuk kepada Tiffa bahwa kita sudah sampai didepan gerbang. Daaaaaaaaaaaaan, untung saja gerbangnya belum ditutup. Aku melihat jam ditanganku. “Masih jam 06:50.” Kataku dalam hati.
“Yaudah deh, ayuk turun.” Ajak Tiffa padaku.

Sesampainya dikelas, aku menceritakan semuanya pada Tiffa. Menceritakan hal yang menurutku ‘nggak penting’ itu, sampai akhirnya bel masuk pun berbunyi.


“Selamat pagi anak-anak” Sapa Bu Dera kepada kami, murid-muridnya.


“Pagiiiiiiiiii buuuuuuuuuuuuuu” Jawab kami serentak

“Kita akan memulai pelajaran kita hari ini. Keluarkan buku Matematika kalian, ibu akan memberikan sedikit penjelasan tentang Barisan bilangan dan Deret.”

“Barisan bilangan diperoleh dengan cara mengurutkan bilangan-bilangan dengan……….” Jelas Bu Dera dengan gaya bicaranya yang terdengar tegas tapi lembut.
“Jika suatu barisan bilangan dinyatakan dalam bentuk……………………” Lanjut Bu Dera lagi.



“Baik anak-anak  ada yang ingin ditanyakan pada materi kita kali ini?” Tanya Bu Dera sambil membereskan buku-bukunya karena jam pelajarannya telah habis.

“Tidak ada suara, berarti tidak ada yang ingin bertanya. Berarti kalian sudah mengerti kan?” Tanya Bu Dera lagi.

Semua mengangguk. Entahlah mengangguk karena memang mengerti atau apa aku tidak tau. Yang pasti, hari ini mengangguk mengerti nanti saat ulangan semua menggeleng. Hehehe.

“Baik anak anak, kalau begitu sekian pelajaran dari saya. Wassalam…………” Kata Bu Dera sambil bergegas meninggalkan kelas.

“Cerr, jajan yuk” Ajak Tiffa padaku

“Gak laper” Jawabku singkat sambil mengambil BlackBerry ku disaku bajuku.

“Yahelah, Cer, ayolah ke kantin, gue laper nihhhhh.” Ajak Tiffa lagi sambil memegang perutnya yang tidak buncit itu.

“Males.”Jawabku sambil mengutak-ngatik keypad BlackBerry ku.

“Ihh apaansih lo, udah ayo ah temenin gue, please. Gue laper nih, lo mau nanti gue mati kelaparan gara-gara lo nggak mau nemenin gue beli makanan.” Pinta Tiffa sambil menarik lengan ku.

“Yaampun dasar Ms. Lebay. Yaudah ayo gue temenin.” Jawabku dengan nada terpaksa.

“Nah gitu dong, itu baru namanya Cerry Aszriani temen gue yang paaaling cantik dan super super the best.” Puji Tiffa sambil mengacungkan dua jempolnya dan berjalan kearah kantin.

“Asli, lebay banget lo.” Jawabku yang juga berjalan disamping Tiffa.

“Hahaha, seneng aja kan lo gue puji.” Kata Tiffa

“Yeeee ap…………..”

Bruk!!!

“Aawww.” Jeritku kesakitan.

Tiba-tiba bola basket melayang tepat dipipiku dan, dan, daaaaaaaaan semuanya menjadi gelap.

“Cer, lo nggak apa-apa?” Tanya Tiffa khawatir.

Hah? Aku lagi dimana nih? Kok aku tiba-tiba terbaring disini? Apa yang barusan terjadi? Kenapa aku ada diruangan yang bau obat-obatan ini?

Lo ada di UKS, cer. Tadi lo pingsan gara-gara kena bola basket. Ada yang nggak sengaja ngelempar lo pake bola basket.” Jelas Tiffa yang masih khawatir karna melihatku diam saja.

“Tapi lo nggak apa-apa kan Cer?Lo nggak amnesia kan Cer?” Tanyanya berlebihan.

Enggak, lebayyyyyyyyyyyyyyyyyyyy.” Jawabku sambil beranjak duduk.

“Eh, by the way tadi yang ngelempar gue pake bola basket siapa, Fa? Orangnya mana? Kok nggak bertanggung jawab banget sih. Pipi gue masih sakit nih.” Tanya ku sambil mengelus-elus pipiku.

“Tadi sih ada, malahan dia yang bantuin gue bawa lo ke UKS.” Kata Tiffa

“Terus, orangnya man…………”

“Eh sorry ya tadi gue habis beli minuman, nih buat lo.” Tiba-tiba ada seseorang laki-laki masuk kedalam UKS sambil menyodorkan  aqua padaku. Siapa dia?Aku nggak kenal. Apa dia orang yang telah membuat tragedi “Lemparan Bola Basket” tadi?

“Hah?” Kataku nggak ngerti.



To be continue…………

Rabu, 19 Desember 2012

Melebur Beda-The Finest Tree

Di hari keterbatasan ini 
Apa yang kau pelajari? 
Derasnya harus kita hadapi 
Tak mudah menjalani cerita ini

Di hari keterbatasan ini ambil semangat hati 
Semua yang kamu percayai menuntun langkahmu pulang di sini

Kita bersama meleburkan beda 
Kita bersama memahami semua 
Jangan dengarkan suara sumbangnya karena kisahmu tertulis denganku

Percaya dengan yang kau rasakan merasakan itu cinta 
Percaya kebaikan Tuhan 
Percayakan doa pada Tuhanmu 
Akupun mencoba dengan caraku

Kita bersama meleburkan beda 
Kita bersama memahami semua
Jangan dengarkan suara sumbangnya karena kisahmu tertulis denganku
Semua yang kau takutkan tak sebanding kebaikan Tuhan maka teruslah kamu berjalan
Semua yang kau takutkan tak sebanding kebesaran Tuhan maka tetaplah kamu berjalan

Surat Kecil Untuk Tuhan-Rename

Senyum adalah tangisku, tangis adalah lukaku
Indah dunia tak terasa oleh derita
Luka hati selalu ada mengikutiku

**Tuhan ku ingin seperti mereka
Tak ada air mata yang terjatuh lagi
Semua ku serahkan kepadamu
Jalan yang terbaik pasti untukku

Ingin ku raih cahaya, ingin semua berbeda
Mungkin ini yang terbaik dalam hidupku
Tapi semua bukanlah yang aku mau

**Tuhan ku ingin seperti mereka
Tak ada air mata yang terjatuh lagi
Semua ku serahkan kepadamu
Jalan yang terbaik pasti untukku
Tuhan ku ingin seperti mereka
Tak ada air mata ooo ooo
Semua ku serahkan kepadamu
Jalan yang terbaik pasti untuk aku
Tuhan ku ingin seperti mereka
Tak ada lagi luka, tak ada derita
Tapi aku hanya manusia yang hanya meminta
Kau menentukannya, Kau menentukannya, Kau menentukannya